Ulasan ini merupakan salinan dari akun letterboxd-ku: letterboxd.com/jayawiguna
Cukup rame, aku suka hampir semua set designnya, pokoknya artnya lumayan lah yaa.
Cukup rame, aku suka hampir semua set designnya, pokoknya artnya lumayan lah yaa.
Ceritanya cukup biasa, banget. Bisa ditemui banyak cerita yang seperti ini, mungkin.
Sampai saat ini belum tau motivasi diri si sancaka memutuskan untuk menjadi pahlawan (mengorbankan kepentingan diri sendiri untuk kepentingan orang banyak), selain cuma dari quotes dari si bapak-bapak mentor di pabrik, dan juga parenting dari alm ayahnya.
Masih banyak bingungnya sih waktu nonton, mungkin karena terlalu banyak yang ingin disampaikan demi membuka jagat sinemanya bumilangit kali ya. Banyak logika-logika yang ngga nyampe di kepalaku sebagai manusia biasa.
Seorang dosen pernah bilang, superhero asia itu ciri khasnya dibentuk, bukan dilahirkan. Dan ini berlaku untuk sancaka juga, dia dari kecil udah dibanting, dibenturkan dengan hidup, dilempar, sampai gede pun sama, sehingga bisa terbentuklah gundala, si jagoan kita. Tapi dalam proses pembenturan, pembentukannya itu banyak hal yang kurang masuk di logikaku, gitu aja sih.
Fighting-nya lumayan, setidaknya lebih bagus dikit daripada wiro. Banyak penggunaan shot-shot lebar waktu berantem, ciri khas berantem asia, ngga kayak wiro yang banyakan shot padetnya jadi ga keliatan berantem, banyakan trik kamera dan editing. Cuma konsekuensinya, ketika dikasi shot-shot wide waktu berantem, jadi keliatan banget staging dan koreografinya. Rapi banget berantemnya gitu.
Dari awal sampai menuju akhir bisa dibilang cukup seru nontonnya, cuma mau ke ending kok jadi turun gini yaa. Bingung saya, mungkin karena serum serum amoral si bangsat ini dah. Niatnya sih jenius yaa, mau nyentil permasalahan moral yang selalu jadi masalah di negeri ini, dengan satu tokoh cukup keren, si bapak2 anggota dewan yang idealis itu siapa ya namanya. Cuma sayangnya dia tak bisa cukup mengimbangi kengakak'an yang ditimbulkan oleh term amoral ini hahaha.
Hmm apalagi yaa yang bisa diinget.
Udah deh untuk kali ini, semoga ini jadi pembuka yang baik untuk wajah baru perfilman Indonesia. Semoga ya semoga terus ya.
Sekian,
Nonton hari pertama (29/08) bareng Bunga, Juni dan Faiz di:
#CGV Bella Terra
No comments:
Post a Comment