Sesuai dengan nama blog ini yaitu Newbie Iseng karena Saya orangnya iseng isengan, jadi untuk sekarang Saya lagi iseng, yah buat artikel yang iseng juga, hehehe.
Ada yang gak tau Sinetron Putih Abu - Abu ? Yang tayang setiap malam di SCTV itu loh..
Okeh, kalo emang udah tau sinetronnya itu, langsung saja kita to the point.
Sebenarnya sinetron tersebut dari segi cerita tidak berbeda dengan cerita-cerita sinetron pada umumnya, namun hal yang fresh dari sinetron ini adalah menyertakan personel girlband yang kita tau semua bahwa girlband and boyband sedang demamnya di jagat hiburan musik tanah air. hohoho...
Ok, mengenai Matemacinta, Matemacinta adalah sebuah puisi yang dibacakan oleh Didi (Tokoh dalam Sinetron Putih Abu-abu) untuk merayu atau menaklukan hati Viola (Tokoh Idaman Didi) yang puisinya tersebut di buat oleh Romeo (Adik Didi). Sekedar catatan adegan ini adalah adegan hiburan, bukan adegan dari tokoh utama.
Yang menarik dari Matemcinta itu sendiri adalah puisi bertamakan cinta namun menggunakan kata-kata/ bahasa Matematika. Penasaran? Langsung saja Cekidottt
Puisi Matemacinta yang Pertama, yaitu tepatnya pada episode 23 adalah puisi yang dikirimkan Didi untuk Viola melalui tulisan tangan pada selembar kertas yang ia lipat menjadi pesawat dan ia terbangkan ke kamar Viola setelah ia mengukur arah angin, kamar Viola, kecepatan angin dan berat kertas. Sayangnya pesawat tersebut nyasar ke kamar mami nya Viola. Untunglah Maminya memberikan surat itu kepada Viola karena dikira surat dari pacar anaknya yang tajir. Nah, berikut puisi pada surat tersebut.
Kamu selalu bertanya
Apa itu pi
dan kenapa
ia setara dengan tiga koma empat belas dan sekian sekian
Kamu selalu bingung
Kenapa bilangan itu tergabung
dalam rumus untuk menghitung luas sebuah lingkaran
Jawabannya sederhana
Yaitu pi adalah sebuah konstanta
yang maksud dan maknanya adalah sebuah ketetapan
Namun pi adalah sebuah jenis ketetapan yang irasional
Dan aku selalu bertanya
Siapakah diriku sebenarnya di dalam hari-harimu, Viola
Adakah kamu pedulikan?
Namun dirimu jelas adanya
Bagai pi di dalam hatiku
Walau kamu selalu mencela
Walau kamu selalu meremehkan
Tapi di hatiku kamu tinggal tetap
Walau cinta ini tak masuk di akal
Puisi Matemacinta yang Kedua, tepatnya pada episode 25 adalah puisi yang dibacakan Didi untuk Viola saat jam pelajaran matematika Pak Somat. Didi sampe rela di hukum demi membacakan puisi ini buat Viola.. (So Sweet banget deh) hayoo, siapa yang mau bacain puisi kayak gitu?heheheh..
Langsung saja berikut puisinya.
Mungkin di satu sisi kamu tak mengerti
Kenapa segi empat harus terbelah dua
menjadi sebuah segitiga
Mungkin di lain sisi kamu tak peduli
Kenapa aku sangat rindu kita bersama menjadi se-iya
juga sekata
Mungkin di satu sisi kamu tak paham
Kenapa di dunia ini harus ada sinus, cosinus, dan juga tangen
Mungkin di lain sisi
Hatimu tak pendam rasa yang di hatiku selalu ada
Dan yang semua kenal bernama
Kangen
Tapi misteri sebuah segi tiga
bisa dipecahkan dengan rumus
tinggi kali lebar bagi dua
Jadi misteri antara kita berdua
bisa diselesaikan dengan rumus
kangen tambah sayang
adalah
CINTA
Untuk videonya, bisa ditonton dibawah ini.
Demikian 2 puisi Matemacinta oleh Didi pada sinetron tersebut. Semoga bisa bermanfaat dan bisa ditiru kerja keras dan usaha yang dilakukan Didi untuk memikat hatinya Viola.